uv a uv  bPembahasan pertama untuk tema “Matahari Vs Kulit Sehat” kali ini membahas hal yang paling dasar tentang sinar matahari dulu ya pemirsa,,, ULTRAVIOLET. Sebenarnya kenapa saya gencar memberi wawasan kalian ttg UV ini karena buah dari kekhawatiran saya setelah 1 tahunan yang lalu saya mendapat lelayu dari seorang teman kerja, yang meninggal karena kanker kulit. Beliau adalah seorang pekerja lapangan yang bekerja turun jalan mulai dari jam 8-15 yang meninggalkan seorang istri dan gadis kecil berusia 2 th. Dan karena dia seorang laki-laki tentunya awam bagi dia tentang hand body, tabir surya atau sunblock. Makanya aku ingin artikel ini memberi wawasan semua kalian semoga bermanfaat dan belum terlambat.Ok! kembali ke topik! Ultraviolet adalah ancaman paling berbahaya bagi kulit kita dimasa kini, mengingat lapisan ozon makin tipis (karena maraknya pemakaian gas freon untuk AC dan mesin pendingin- Oke saya termasuk pemakai AC dan Kulkas, dan saya juga harus menanggung ini..ULTRAVIOLET! kamu juga kan?!).

Oke saya nggak perlu membahas secara IPA ya sodara2, Langsung aja kita bahas Radiasi Ultraviolet terhadap kesehatan ada 3 :

Ultraviolet C (UV C)
Ini adalah UV paling berbahaya, tapiii tenang! ini nggak sampe ke bumi kok. Sinar UV C sudah tersaring oleh lapisan OZON di Atmosfer bumi kita ini (yang entah sampe kapan mampu melindungi kita dr UV C ini)

Ultraviolet B (UV B)
UV B secara efektif merusak lapisan kulit terluar, epidermis (lapisan kulit paling luar) dan jika kita terpapar sinar UV B ini terlalu lama dan di antara jam 09.00 – 15.00 maka dia akan memacu pembentukan melanin (menggelapkan kulit) oleh sel melanosit pada epidermis. Reaksi ini adalah proses alami, melanin ini berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan sinar matahari. Hukum pasti jika kalian terpapar UV B terlalu lama kulit akan terbakar, berbintik hitam tidak teratur (flek), perih, bekas jerawat jadi makin hitam, kusam bahkan bisa kering mengelupas. Biasanya penggunaan tabir surya efektif 95 % menghalau UV B ini.

Ultraviolet A (UV A)
Dengan energi yang tidak sebesar UV B, maka UV A ini tidak merusak permukaan kulit (epidermis) tapi berhubung beliau punya pancaran paling kuat yang dapat menembus kaca,,,,,beliau tidak segan-segan langsung nyelonong ke lapisan kulit dermis (lapisan kulit dibawah epidermis, lapisan kulit yang lebih dalam). May be nggak bikin terbakar yah, yang bisa kita obati dengan mudah,,,,tapi UV A lebih parah,,,dia merusak serat elastin dan serat kolagen di dalam lapisan kulit dermis. Dan kalian tau apa artinya? Ini kerusakan yang hampir permanen terhadap penuaan dini karena kemunduran dari elastisitas kulit. Seperti kerutan dini pada mata, smile line, dahi yang lebih lanjut menyebabkan hilangnya struktur asli kulit dan pelebaran kapiler pembuluh darah di daerah wajah.

So Waspadalah, lindungi kulit kamu dengan tabir surya dan pakaian yang panjang. Pakai topi, payung dll.

Bahkan jika ini terus menerus kalian abaikan, bisa jadi ini memicu kanker kulit. Oke jika kamu meremehkan ini, anggap saja ini untuk orang orang sekelilingmu yang menyayangimu, termasuk saya (eaaaaa…..) yang ingin kamu terus ada disekitar mereka dalam keadaan sehat, tampan/ cantik dan awet muda. :) Ayo sebarkan berita ini dan stay tune di Stawbelly.com dalam tema MATAHARI Vs KULIT SEHAT, tunggu pembahasan berikutnya yah.

Addien

Addien

Artikel ini ditulis oleh Fajrina Addien di Stawbelly.Com. Silahkan mencantumkan link sumber dan penulis jika ingin mengutip artikel ini. Hargai hasil karya orang lain, kami tidak segan melaporkan tindakan plagiasi jika memang diperlukan. Thanks
Addien

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz