Berbicara tentang perawatan kulit, beberapa tahun silam sempat marak pemberitaan tentang pencekalan merek dagang kosmetik tertentu oleh BPOM atau beredarnya krim-krim Gaje (Nggak jelas produsen, ingredient dan no.bpom atau depkes), membuat para wanita  seperti berjamaah beralih menjalani perawatan kulit ke Dokter yang buka praktek sendiri dan sudah menyandang SpKK atau dokter yang tergabung dalam klinik Skin Care dengan alasan keamanan, kenyamanan. Jadi jangan heran jika sekarang klinik kecantikan menjamur di kotamu.

Tapi FYI nggak semua klinik dan dokter memiliki kapasitas yang memadai untuk merawat kulit kamu dengan mempertimbangkan kecantikan dan kesehatan jangka panjangmu. Hal itu terbukti dengan tidak sedikit yang mengeluhkan bahwa mereka seperti tidak dapat berhenti memakai krim dokter/klinik langganan mereka. Jika pemakaian dihentikan pasti akan terjadi masalah kulit , break out yang bahkan ada juga keluhan mereka jadi jerawatan atau menghitam lebih parah daripada sebelumnya. Apa kamu juga merasakan hal yang sama?

Atau kamu merasa wajah kamu lama-lama jadi hypersensitive sama sinar matahari, muncul spider vein (muncul guratan biru kemerahan- pembuluh darah)  atau kulitmu berasa stagnan pada masa tertentu (Yang artinya kulitmu dah resisten dan butuh dosis yang lebih tinggi lagi, *yah racunnya lebih tinggi juga pastinya) selama perawatan bersama dokter atau klinikmu? Kalau iya. Coba baca dulu artikel ini sebelum kamu jadi panik. Yuk kita simak pelan-pelan.

  1. Jika Memungkinkan Mintalah Resep Krim Yang Bisa Ditebus/ Dibeli di Apotik
    Memang perawatan kulit bersama dokter terdengar lebih meyakinkan dan menjanjikan, hanya saja jika kita tidak tau apa apa saja yang di oleskan ke kulit kita itu sama saja tidak ada bedanya dengan kamu beli krim di pasaran. So, mulai sekarang jadilah pasien yang agak sedikit lebih pintar ^.^” Jika kamu dapat krim dalam bentuk racikan yang sudah dikemas ulang, cobalah bertanya ingredientnya, catat dan coba kamu googling tentang daftar ingredientnya. Terutama bagian krim malamnya, karena biasanya yang paling sakti itu di bagian krim malamnya.Namun jika dokter atau BA tidak bisa memberikan daftar ingredient/komposisi paket skin care kamu, atau kamu merasa nggak yakin dengan ingredientnya nggak ada salahnya juga kamu minta di tuliskan resep saja yang bisa kamu beli di apotik / drugstore. Dengan begitu meminimalkan kemungkinan kamu akan diberi krim dosis tinggi , atau kandungan-kandungan berbahaya seperti steroid atau HQ tanpa ada ijin depkes/bpom.
  2. Telusuri Lagi Gaya Makan dan Kebiasaan Hidupmu
    Nah, yang ini juga nggak sedikit yang ngalamin. Setelah mereka sudah merasa kondisi kulit mereka membaik dan tidak konsultasi ke dokter lagi, mereka cenderung tidak memperhatikan pola makan, pola tidur, bahkan mulai memakai make-up berat lagi tanpa diimbangi dengan pembersihan kulit yang maksimal. Ya secara pas sama dokter tiap bulan facial, sama dokter dilarang ini itu yang sekiranya tidak bagus buat kulit kamu, trus cuci muka min. 2x sehari trus masih ada serangkaian krim ini itu yang dipakai, nah mentang2 sudah merasa baikan akhirnya jadi acuh tak acuh lagi males cuci muka, males merhatiin. Ya wajar ya kalo tau2 muncul jerawat diluar siklus hormonal.Kamu tahu, kalo kamu liat tante-tante ato bahkan embah-embah yang kulitnya masih bagus itu tidak didapat dari sebulan perawat dengan dokter yang harganya mahal tapi mereka justru pakai yang murah alami tapi senantiasa merawat dan memperhatikan diri mereka setiap hari sepanjang hidup mereka. Nah loe?!Coba jangan makan makanan yang berlemak berlebihan, hindari tidur terlalu larut malam, sebelum keluar rumah pakai sunblock dengan SPF minimal 30, setiap selesai beraktifitas selalu bersihkan wajah mulai dari make-up remover (Kalau kamu pake make-up berat) atau milk cleanser dan toner dan cuci muka jika memungkinkan.
  3. Berhenti Secara Pelan Tapi Pasti
    Yah, setelah kamu kepo sana sini tentang bahaya HQ, steroid dll yang kamu curigai ada di krim wajah kamu nggak heran kalo kamu langsung pengen segera lepas pas dari krim berbahaya itu. Tapi jangan panik dulu, kalo sekiranya kamu tidak kuat mental untuk melihat kulitmu rebound / break out parah yang malah bikin kamu makin panik dan putus asa sehingga balik lagi ke klinik / dokter itu dan biar kulit kamu nggak kaget dan ngambek caranya kamu kurangi dosis pemakaian pelan-pelan. Kurangi pemakaian bertahap dari:
    1. milk cleanser+toner (Kalau ada)
    2. facial wash
    3. krim pagi + sunblock
    4. lotion/obat jerawat (Yang biasanya cuman ditotolin dijerawatnya)
    5. krim malam + serum (Kalau ada)Lakukan sesuai urutan ya, mulai yang dosisnya paling kecil (Milk Cleanser) sampai yang biasanya dosisnya paling sakti “krim malam”. Awalnya kamu kurangi dari tiap hari jadi 2 hari sekali, lalu jadi 4 hari sekali, trus seminggu sekali trus brenti trus ganti. kalau untuk krim biasanya kamu pakenya sampe seujung telunjuk coba selain diseling2 juga dikurangi jadi setengah telunjuk trus jadi sebiji kacang trus jadi setengah biji kacang trus seperempat trus brenti.
  4. Kenali Karakteristik Kulitmu
    Seiring berjalannya waktu kamu mesti belajar untuk lebih peka pada kulit wajahmu. Apakah kulitmu berminyak, kering atau kombinasi. Acne Prone atau sensitive.Kamu tidak cocok dengan kandungan kosmetik apa? Kalau aku sendiri tipe kulit berminyak, acne prone dan sensitif  pada ingredient: Madu dan Susu

Nah 4 tips melepas ketergantungan krim dokter sudah kita bahas, Ternyata lumayan panjang ya. Bagaimana untuk tips ke 5-7 yang sepertinya tidak kalah panjang juga,kita lanjutkan di artikel berikutnya ya, Part.2 …

Part.2: Tips Melepas Ketergantungan Krim Dokter & Klinik Kecantikan

Addien

Addien

Artikel ini ditulis oleh Fajrina Addien di Stawbelly.Com. Silahkan mencantumkan link sumber dan penulis jika ingin mengutip artikel ini. Hargai hasil karya orang lain, kami tidak segan melaporkan tindakan plagiasi jika memang diperlukan. Thanks
Addien

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz