Part.1: Lakukan 7 Hal Ini Jika Kamu Sudah Memutuskan Berhenti Dari Krim Dokter & Klinik Kecantikan

tips ampuh lepas krim dokter

Berbicara tentang perawatan kulit, beberapa tahun silam sempat marak pemberitaan tentang pencekalan merek dagang kosmetik tertentu oleh BPOM atau beredarnya krim-krim Gaje (Nggak jelas produsen, ingredient dan no.bpom atau depkes), membuat para wanita  seperti berjamaah beralih menjalani perawatan kulit ke Dokter yang buka praktek sendiri dan sudah menyandang SpKK atau dokter yang tergabung dalam klinik Skin Care dengan alasan keamanan, kenyamanan. Jadi jangan heran jika sekarang klinik kecantikan menjamur di kotamu.

Tapi FYI nggak semua klinik dan dokter memiliki kapasitas yang memadai untuk merawat kulit kamu dengan mempertimbangkan kecantikan dan kesehatan jangka panjangmu. Hal itu terbukti dengan tidak sedikit yang mengeluhkan bahwa mereka seperti tidak dapat berhenti memakai krim dokter/klinik langganan mereka. Jika pemakaian dihentikan pasti akan terjadi masalah kulit , break out yang bahkan ada juga keluhan mereka jadi jerawatan atau menghitam lebih parah daripada sebelumnya. Apa kamu juga merasakan hal yang sama?

Atau kamu merasa wajah kamu lama-lama jadi hypersensitive sama sinar matahari, muncul spider vein (muncul guratan biru kemerahan- pembuluh darah)  atau kulitmu berasa stagnan pada masa tertentu (Yang artinya kulitmu dah resisten dan butuh dosis yang lebih tinggi lagi, *yah racunnya lebih tinggi juga pastinya) selama perawatan bersama dokter atau klinikmu? Kalau iya. Coba baca dulu artikel ini sebelum kamu jadi panik. Yuk kita simak pelan-pelan.

  1. Jika Memungkinkan Mintalah Resep Krim Yang Bisa Ditebus/ Dibeli di Apotik
    Memang perawatan kulit bersama dokter terdengar lebih meyakinkan dan menjanjikan, hanya saja jika kita tidak tau apa apa saja yang di oleskan ke kulit kita itu sama saja tidak ada bedanya dengan kamu beli krim di pasaran. So, mulai sekarang jadilah pasien yang agak sedikit lebih pintar ^.^” Jika kamu dapat krim dalam bentuk racikan yang sudah dikemas ulang, cobalah bertanya ingredientnya, catat dan coba kamu googling tentang daftar ingredientnya. Terutama bagian krim malamnya, karena biasanya yang paling sakti itu di bagian krim malamnya.Namun jika dokter atau BA tidak bisa memberikan daftar ingredient/komposisi paket skin care kamu, atau kamu merasa nggak yakin dengan ingredientnya nggak ada salahnya juga kamu minta di tuliskan resep saja yang bisa kamu beli di apotik / drugstore. Dengan begitu meminimalkan kemungkinan kamu akan diberi krim dosis tinggi , atau kandungan-kandungan berbahaya seperti steroid atau HQ tanpa ada ijin depkes/bpom.
  2. Telusuri Lagi Gaya Makan dan Kebiasaan Hidupmu
    Nah, yang ini juga nggak sedikit yang ngalamin. Setelah mereka sudah merasa kondisi kulit mereka membaik dan tidak konsultasi ke dokter lagi, mereka cenderung tidak memperhatikan pola makan, pola tidur, bahkan mulai memakai make-up berat lagi tanpa diimbangi dengan pembersihan kulit yang maksimal. Ya secara pas sama dokter tiap bulan facial, sama dokter dilarang ini itu yang sekiranya tidak bagus buat kulit kamu, trus cuci muka min. 2x sehari trus masih ada serangkaian krim ini itu yang dipakai, nah mentang2 sudah merasa baikan akhirnya jadi acuh tak acuh lagi males cuci muka, males merhatiin. Ya wajar ya kalo tau2 muncul jerawat diluar siklus hormonal.Kamu tahu, kalo kamu liat tante-tante ato bahkan embah-embah yang kulitnya masih bagus itu tidak didapat dari sebulan perawat dengan dokter yang harganya mahal tapi mereka justru pakai yang murah alami tapi senantiasa merawat dan memperhatikan diri mereka setiap hari sepanjang hidup mereka. Nah loe?!Coba jangan makan makanan yang berlemak berlebihan, hindari tidur terlalu larut malam, sebelum keluar rumah pakai sunblock dengan SPF minimal 30, setiap selesai beraktifitas selalu bersihkan wajah mulai dari make-up remover (Kalau kamu pake make-up berat) atau milk cleanser dan toner dan cuci muka jika memungkinkan.
  3. Berhenti Secara Pelan Tapi Pasti
    Yah, setelah kamu kepo sana sini tentang bahaya HQ, steroid dll yang kamu curigai ada di krim wajah kamu nggak heran kalo kamu langsung pengen segera lepas pas dari krim berbahaya itu. Tapi jangan panik dulu, kalo sekiranya kamu tidak kuat mental untuk melihat kulitmu rebound / break out parah yang malah bikin kamu makin panik dan putus asa sehingga balik lagi ke klinik / dokter itu dan biar kulit kamu nggak kaget dan ngambek caranya kamu kurangi dosis pemakaian pelan-pelan. Kurangi pemakaian bertahap dari:
    1. milk cleanser+toner (Kalau ada)
    2. facial wash
    3. krim pagi + sunblock
    4. lotion/obat jerawat (Yang biasanya cuman ditotolin dijerawatnya)
    5. krim malam + serum (Kalau ada)Lakukan sesuai urutan ya, mulai yang dosisnya paling kecil (Milk Cleanser) sampai yang biasanya dosisnya paling sakti “krim malam”. Awalnya kamu kurangi dari tiap hari jadi 2 hari sekali, lalu jadi 4 hari sekali, trus seminggu sekali trus brenti trus ganti. kalau untuk krim biasanya kamu pakenya sampe seujung telunjuk coba selain diseling2 juga dikurangi jadi setengah telunjuk trus jadi sebiji kacang trus jadi setengah biji kacang trus seperempat trus brenti.
  4. Kenali Karakteristik Kulitmu
    Seiring berjalannya waktu kamu mesti belajar untuk lebih peka pada kulit wajahmu. Apakah kulitmu berminyak, kering atau kombinasi. Acne Prone atau sensitive.Kamu tidak cocok dengan kandungan kosmetik apa? Kalau aku sendiri tipe kulit berminyak, acne prone dan sensitif  pada ingredient: Madu dan Susu

Nah 4 tips melepas ketergantungan krim dokter sudah kita bahas, Ternyata lumayan panjang ya. Bagaimana untuk tips ke 5-7 yang sepertinya tidak kalah panjang juga,kita lanjutkan di artikel berikutnya ya, Part.2 …

Part.2: Tips Melepas Ketergantungan Krim Dokter & Klinik Kecantikan

Tips Menghemat Waktu dan Biaya Saat Belanja Bulanan

wpid-wp-1472108813743.jpg

Maybe sedikit absurd, karena ada kata menghemat waktu. Tapi sebenarnya tidak sedikit orang yang merasa belanja bulanan bikin capek dan menguras waktu karena harus milih mana yang lebih bagus antara ini dan itu saking banyaknya pilihan, bandingin mana yang lebih murah antara roti A dan B, harus ke toko/pasar/swalayan tertentu yang konon tempatnya butuh jarak tempuh yang lumayan lama dan bermacet-macetan. Termasuk saya dan suami saya yang sudah malas bercapek-capek ria untuk hunting kebutuhan rumah tangga. T.T Bisa jadi terjebak pada Implusive Buying dengan kalimat pembenaran “mumpung lagi disini”-karena tempat belanja jauh tadi atau dengan pembelaan “Mumpung Lagi Diskonan” karena merasa tempat belanja itu jarang ngasih diskon dan jauh dari jangkauan. Apakah kamu termasuk yang saya bahas disini? Yuk kita simak bareng tips dari saya secara pengalaman pribadi

(more…)

Isi Paket Data Online: Sekarang Sudah Nggak Lemot Lagi Bales Chat WhatsApp kalian.

wpid-wp-1472109403478.jpg

Nggak dipungkiri buat saat ini kebutuhan koneksi internet hampir sama pentingnya dengan makan, nggak melebih-lebihkan ya apalagi buat kita para cewek yang suka kepo dengan merk kosmetik ini itu pasti udah yang banci cari review kesana kemari *eh curcol, perlu cari informasi diskonan disini dan disitu (Apalagi yang statusnya “stay at home mom” dengan baby kecil alias nggak bisa kemana-mana) seperti teman saya yang curhat dengan mencari informasi diskon terlebih dahulu di internet seperti pempers, susu dll cukup membantu penghematan uang belanja secara signifikan. Apalagi para blogger dan penjual online shop pasti nggak kalah panik kalau kuota internet habis.

(more…)

6 Fakta dan Penyebab Flek Hitam Serta Cara Mengobatinya. No. 6 Pasti Nggak Nyangka Banget.

image001

Setelah sebelumnya stawbelly membahas tentang review sunblock, SPF dan bahaya sinar matahari untuk kesehatan. Lalu, beberapa waktu lalu ada reader stawbelly.com yang mengeluh bahwa wajahnya kini muncul flek flek hitam walaupun dia jarang keluar rumah. Tapi dia adalah pengusaha katering, yang tentu saja selalu terpapar hawa panas dari api kompor. Dia bertanya apakah pekerjaannya yang membuat wajahnya kini muncul plek hitam karena terlalu sering berada didekat / di depan kompor? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Apakah tabir surya dengan SPF 45 bisa membantunya?
(more…)

1 2 3 11